Tri Hita Karana adalah filosofi hidup masyarakat Bali yang menekankan
keseimbangan tiga hubungan: manusia dengan Tuhan (parahyangan), manusia
dengan sesama manusia (pawongan), dan manusia dengan alam (palemahan).
Filosofi ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai
dari tata letak rumah tradisional, sistem irigasi subak, hingga upacara
keagamaan yang rutin digelar di berbagai pura.
Nilai-nilai Tri Hita Karana juga menjadi salah satu alasan mengapa Bali
mampu menjaga kelestarian alam dan budayanya di tengah pesatnya
perkembangan pariwisata.
