I Wayan Bagiarta, Perajin Tenun Ikat Klungkung yang Bertahan Sejak 1989

I Wayan Bagiarta, Perajin Tenun Ikat Klungkung yang Bertahan Sejak 1989

Sejak 1989, I Wayan Bagiarta menekuni usaha tenun ikat tradisional di
Klungkung, Bali. Produknya meliputi kamen, sarung, hingga kain jumputan
yang banyak digunakan untuk keperluan upacara adat maupun seragam
organisasi seperti PKK.

Permintaan pasar terhadap produknya cukup tinggi, dengan kebutuhan
bulanan mencapai sekitar 500 kamen dan 500 sarung. Setiap kain dikerjakan
sepenuhnya dengan tangan dan membutuhkan waktu 3-4 bulan untuk
diselesaikan. Pada masa jayanya, usaha ini mempekerjakan 15 penenun
lokal, dan kini beroperasi dengan sistem kemitraan bersama penenun rumahan
di sekitar wilayahnya.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah melonjaknya harga
benang, dari sekitar Rp400 ribu menjadi Rp900 ribu per paket (setiap
paket menghasilkan sekitar 80 meter kain). Untuk membantu memperkuat
kapasitas produksi, BRI memberikan fasilitas pembiayaan yang digunakan
sebagai modal kerja sekaligus pembangunan homestore guna memperluas
skala usaha.

“BRI mendukung kegiatan usaha pertenunan Wayan Bagiarta yang telah
memberdayakan penenun lokal,” ujar Regional CEO BRI, Hery Noercahya.

Sumber: Lenteraesai.id